ESTI
KINASIH
DIA, TANPA AKU
Judul buku : Dia, Tanpa Aku
Nama pengarang : Esti Kinasih
Tanggal penerbit : Januari, 2011
Nama penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal
buku : 20 cm
Jumlah
halaman
: 280 halaman
Harga
: Rp 38.000,- (tiga puluh delapan
ribu rupiah)
Sinopsis dan
Review :
Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir
Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai
Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.
Saat
yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena
ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas
pula.
Namun, keinginan
dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Saat ia
mau nembak Citra, di tengah jalan kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh
dari rumah Citra.
Reinald
menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan
keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu
menjadi penuh permusuhan.
Sikap Reinald
berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini
Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald
itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin
menjaga Citra demi almarhum kakaknya. Dan ia lebih menjaga Citra karena ia
sayang Citra.
Kisah romantis
sedih yang ditawarkan Esti Kinasih sangat menarik. Apalagi novel ini termasuk
Teenlit yang ringan namun memiliki cerita yang worth-it. Setelah membaca
sinopsis nya mungkin sebagian orang berpikir ini novel "horror".
Namun cerita ini adalah cerita romantis nan sedih. Yang membuat horror adalah
ketika Hantu Ronald yang muncul.
Tokoh-tokoh yang
ada dicerita ini memiliki karakter yang kuat, lucu dan konyol. Sehingga tidak
hanya membuat pembaca sedih dan galau namun juga membuat para pembaca
senyum-senyum melihat tingkah laku parah tokoh yang lucu.
Tetapi, Tidak
banyak cerita yang kurang penting dipaparkan oleh Esti Kinasih. Sepertinya itu
memang sengaja ditaruh untuk membuat pembaca senyam senyum sendiri.
Di novel ini Esti
Kinasih mengisahkan tentang Ronald, Siswa kelas 2 SMA yang sudah lama naksir
Citra, Siswi kelas 3 SMP. Selama ini Ronald hanya mengamati Citra dari
jauh. Ronald belum ingin melakukan PDKT (pendekatan). Ia ingin menunggu Citra
masuk SMA. Tetapi tanpa Citra sadari Ronald pernah membantu Citra saat
Citra bersembunyi dari teman-teman Citra yang kesal pada Citra yang sangat
ceria dan usil.
Saat-saat yang
ditunggu Ronald selama berbulan-bulan pun akhirnya tiba. Citra masuk SMA dan
memakai seragam putih abu-abu. Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra
sekelas dengan Reinald, Saudaranya sendiri. Tetapi Ronald tidak pantang
menyerah. Ronald dengan semangat datang kerumah Citra untuk mengutarakan
perasaannya yang sudah lama ia pendam.
Keinginan dan
harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak akan pernah terwujud. Cowok
ini kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra. Reinald
menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Reinald sangat membenci
Citra. Hingga mereka kerap bertengkar tanpa alasan.
Citra memutuskan
untuk tidak mengacuhkannya. Kini Reinald berada di poisi yang sama seperti
Ronald dulu. Perubahan sikap mereka berdua itu tanpa sadar mendekatkan
keduanya. Reinald pun akhirnya menyadari bahwa selama ini ia menyukai
Citra, bukan hanya untuk melindungi Citra demi Ronald.
Hal itu membuat
Ronald kembali, Reinald selalu mecium bau parfum kakaknya dan merasa kakaknya,
Ronald berada disekitarnya. Reinald mulai "dihantui" oleh Ronald.
Bukan hanya reinald, Citra juga merasakan hal-hal yang aneh.
Hingga Ronald
curhat pada sebuah Radio yang didengar oleh Reinald dan Citra bahkan mereka
bisa komunukasi. Reinald dan Citra merasa ketakutan.
Di akhir Citra
tahu tentang Ronald dan dibawa Ziarah ke Kuburan Ronald. Mereka pun langsung
pergi ke makam Ronald untuk meminta maaf.
Novel karangan
Esti Kinasih ini menurut saya menarik sekali untuk di baca, memiliki keunikan
tersendiri dari ceritanya walaupun ceritanya sedikit tidak masuk akal karena
memasukkan unsur mistik yang ditunjukkan dengan kembalinya si Ronald yang sudah
meninggal karena kecelakaan sesaat sebelum bertemu untuk berkenalan dengan
Citra melalui percakapan via telepon tetapi si pengarang mampu membuat
pembacanya masuk ke dalam ceritanya dan ikut merasakan kesedihan tersebut.
Di dalam cerita
ini ada kesedihan dan kelucuan serta keseruan-keseruan yang bisa dirasakan
hanya dengan membacanya saja tanpa melihat gambarnya. Si pengarang, Esti
Kinasih, mampu membuat si pembaca merasa sedih ketika alur cerita menunjukkan
klimaks permasalahannya atau mampu membuat si pembaca tertawa ketika terdapat
cerita-cerita konyol yang terjadi atau dapat kita rasakan sewaktu SMA atau saat
kita merasakan ketertarikan yang sangat kepada seseorang. Di akhir cerita,
menurut saya cukup klimaks, endingnya simple dan cukup mampu membuat si pembaca
sedih.
Jadi, novel ini recomanded
banget buat dibeli, bisa juga buat tambahan koleksi buat yang suka banget sama
Novel Teenlit atau buat ngisi waktu luang atau buat nemenin kalo lagi galau
karena ngga bisa malem mingguan atau buat yang lagi mau sedih-sedihan hehe.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar