Review Jurnal 3 : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

REVIEW JURNAL

1.      Judul Penelitian : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

2.      Nama Penulis : I Made Dwi Marta Sanjaya dan Ni Gusti Putu Wirawati

3.      Nama Jurnal : E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.15.1. April (2016): 17-26

4.      Tahun Terbit : 2016

5.      Latar Belakang :
Laporan keuangan yang disediakan setiap perusahaan merupakan sumber informasi penting dalam bisnis investasi, jika terdapat penundaan waktu pelaporan keuangan maka informasi yang diberikan akan kehilangan relevansinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan menjelaskan pengaruh debt to equity ratio, profitabilitas, struktur kepemilikan, pergantian auditor dan ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur tahun 2011-2013 di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian data menggunakan metode observasi nonpartisipan, dengan menganalisis annual report dan laporan keuangan audit yang didapatkan. Metode analisis datanya adalah analisis regresi logistik, dengan pengujian hipotesis dilakukan secara uji multivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa debt to equity ratio dan pergantian auditor berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sedangkan profitabilitas, struktur kepemilikan, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan implikasi yang cukup berarti bagi pihak-pihak yang terkait dalam menilai dan memprediksi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.

6.      Metode :
Lokasi penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyajikan laporan keuangan di situs resminya  www.idx.co.id dan Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan bentuk penelitian kausalita, yaitu penelitian terhadap data yang dikumpulkan setelah terjadi suatu fakta atau peristiwa. Penelitian ini menjelaskan pengaruh variabel debt to equity ratio, profitabilitas, struktur kepemilikan, pergantian auditor, dan ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi seperti debt to equity ratio, profitabilitas, struktur kepemilikan, pergantian auditor, dan ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2011-2013. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Dimana untuk data kualitatif berupa daftar nama perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 - 2013 khususnya yang tidak tepat waktu dalam penyampaian pelaporan keuangan. Sedangkan data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan auditan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2013. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011- 2013.
Debt to Equity Ratio dhitung dengan membandingkan total hutang dengan

total modal. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala rasio dengan rumus:

DER = Total Liabilities  x 100% ...........................................(1)
Total Equity

Van Horne, Wachowics (2005:222), menjelaskan rasio profitabilitas adalah

rasio  keuangan  yang  menghubungkan  laba  dengan  penjualan  investasi  pada

perusahaan.

Return On Asset =  Laba Bersih Setelah Pajak   x 100% ................(2)
Total Asset

Struktur kepemilikan dalam penelitian ini adalah presentase kepemilikan

saham terbesar oleh pihak luar yang diukur dari berapa besar saham yang dimiliki oleh pihak luar pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

OWN   =   Saham Pihak Luar   x   100% ................................
(3)
Total Saham


Dalam penelitian ini pergantian auditor merupakan variable dummy, yang dimana perusahaan yang tidak melakukan pergantian auditor termasuk kategori 1, sedangkan apabila perusahaan tersebut melakukan pergantian auditor maka termasuk kategori 0.
Pada penelitian ini, ukuran perusahaan diproksikan dengan menggunakan Ln total asset. Penggunaan Natural log (Ln) pada penelitian ini dimaksudkan unruk mengurangi fluktuasi data yang ada berlebihan.

7.      Hasil & Pembahasan :
Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka sebanyak 104 perusahaan akan dijadikan sampel dalam penelitian ini setiap tahunnya. Sehingga total sampel yang digunakan yaitu 104 x 3 = 312 data pengamatan.

Tabel 1.
Data Pengamatan

No

Keterangan

Jumlah



1
Perusahaan manufaktur yang terdaftar
150

di Bursa Efek Indonesia tahun 2011

2
 Perusahaan   yang
 tidak   konsisten
46

 terdaftar  di  Bursa  Efek  Indonesia


 tahun 2012, 2013 dan tidak memiliki


 kelengkapan  data  yang  terdapat  di


 www.idx.co.id



3
Total
perusahaan
yang
dapat
104

digunakan sebagai sampel (per tahun)

4
Total
Perusahaan
yang
dapat
312

dijadikan  sampel  dari  tahun  2011-


2013






Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan SPSS, diperoleh statistik deskriptif yang memberikan penjelasan mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan nilai standar deviasi dari masing-masing variabel. Berikut disajikan hasil dari statistik deskriptif pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2.
Statistik Deskriptif

N
Minimum
Maximum
Mean
Std.





Deviation
DER
312
-11,52
152,49
1,9995
9,04927
Profitabilitas
312
-68121,05
614126,96
9133,2139
43175,66161
Struktur Kepemilikan
312
2,99
67361
625,3273
5884,1974
Pergantian Auditor
312
0
1
0,8269
0,37892
Ukuran Perusahaan
312
0,85
12,25
7,3247
1,70851
Ketepatan Waktu
312
0
0
0,6538
0,47651
Sumber : Hasil pengolahan data penelitian, 2015

Statistik deskriptif pada Tabel 2 menunjukkan bahwa variabel DER (X1) rata-ratanya  (mean)  sebesar  1,99  dengan  standar  deviasi  sebesar  9,04.   DER tertinggi yaitu sebesar 152,49 dan nilai yang terendah yaitu -11,52. Variabel profitabilitas (X2) rata-ratanya (mean) sebesar 4,89 dengan standar deviasi sebesar 7,85. Nilai tertinggi yaitu sebesar 43,24 dan nilai terendah yaitu sebesar -18,96.

 Kelayakan  model  regresi  dinilai  dengan  menggunakan  Hosmer  and Lemeshow’s  Goodness  of  Fit  Test.  Nilai  statistik  Hosmer  and  Lemeshow’s Goodness of Fit Test adalah 11,238 dengan probabilitas signifikansi 0,189 yang nilainya jauh di atas 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. Hasil kelayakan model regresi dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3.
Hosmer and Lemeshow Test
Step
Chi-square
df
Sig.
1
11,238
8
0,189
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian, 2015

Penilaian keseluruhan model dilakukan dengan membandingkan nilai antara -2 Log Likelihood (-2LL) pada awal (Block Number = 0), model hanya memasukkan konstanta dengan nilai -2 Log Likelihood (-2LL) pada akhir (Block Number = 1), dan memasukkan konstanta beserta variabel bebas. Nilai -2LL awal adalah sebesar 401,678, kemudian nilai -2LL akhir mengalami penurunan menjadi sebesar 377,983. Penurunan nilai -2LL ini menunjukkan model regresi yang baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data.

Berdasarkan hasil pengujian nilai Nagelkerke R square adalah sebesar 0,501 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar 50,1 persen, sedangkan sisanya sebesar 49,9 persen dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian. Berikut disajikan hasil dari pengujian nilai Nagelkerke R Square pada Tabel 4.

Tabel 4.
Hasil Pengujian Nagelkerke R square
Step
-2 Log
Cox & Snell
Nagelkerke

likelihood
R Square
R Square




1   377,983a
0,473
0,501

Sumber : Hasil pengolahan data penelitian, 2015

Tabel klasifikasi menunjukkan kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013. Hasil tabel klasifikasi ditampilkan dalam Tabel 5 berikut.

Tabel 5.
Tabel Klasifikasi






Ketepatan
Percentage







waktu
Correct



Observed

0
1




Step 1
Ketepatan waktu
0
24
85
21,3





1
12
191
94,1




Overall Percentage


68,8

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian, 2015




Tabel 5 menjelaskan bahwa kekuatan prediksi  dari model regresi untuk memprediksi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia Tahun 2011-2013 adalah sebesar 68,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model regresi tersebut, terdapat sebanyak 191 perusahaan (94,1%) yang diprediksi pelaporan tepat waktu dari total 203 perusahaan. Kekuatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi kemungkinan perusahaan manufaktur tidak tepat waktu adalah 24 perusahaan (21,3 persen).

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
(1) Debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013.
(2) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013
(3) Struktur kepemilikan berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013
(4) Pergantian auditor berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013
(5) Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan.

Sumber :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=411773&val=986&title=ANALISIS%20FAKTOR-FAKTOR%20YANG%20MEMPENGARUHI%20KETEPATAN%20WAKTU%20PELAPORAN%20KEUANGAN%20PADA%20PERUSAHAAN%20MANUFAKTUR%20YANG%20TERDAFTAR%20DI%20BEI (17/06/2016)