REVIEW JURNAL
1. Judul
Penelitian : PENGARUH IDEALISME, RELATIVISME, PENGETAHUAN, GENDER DAN UMUR PADA
PERILAKU TIDAK ETIS AKUNTAN
2. Nama
Penulis : Putu Dewi Adi Damayanthi dan Gede Juliarsa
3. Nama
Jurnal : E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.15.1. April (2016): 1-16
4. Tahun
Terbit : 2016
5. Latar
Belakang :
Perilaku
etis merupakan perilaku seseorang yang dapat bertindak sesuai akan hukum,
aturan, maupun moral yang telah ditentukan dalam suatu bidang profesi. Beberapa
skandal yang terjadi dalam profesi akuntan menimbulkan persepsi yang
berbeda-beda dari calon akuntan yaitu mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini
ialah untuk mengetahui pengaruh idelisme, relativisme, tingkat pengetahuan,
gender dan umur pada perilaku tidak etis akuntan. Sampel penelitian ini adalah
120 mahasiswa S1 fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang sudah
mengambil mata kuliah Auditing 1. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran
kuisoner dengan teknik sampling purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa
idealisme dan tingkat pengetahuan memiliki pengaruh negatif, relativisme
berpengaruh positf, serta gender dan umur tidak berpengaruh pada perilaku tidak
etis akuntan.
6. Metode
:
Lokasi penelitian
dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dengan idealisme,
relativisme, tingkat pengetahuan, gender dan umur sebagai objek penelitian.
Variabel-variabel yang diteliti adalah idealisme, relativisme, tingkat
pengetahuan, gender dan umur sebagai variabel bebas, serta
perilaku tidak etis akuntan sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini
sebanyak 1119 mahasiswa akuntansi yang terdiri dari semester 4 keatas.
Purposive sampling ialah
teknik pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini.
Pengujian
validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji instrumen penelitian,
kemudian dilanjutkan dengan pengujian asumsi klasik, serta menggunakan analisis
regresi berganda untuk pengujian hipotesis.
Tabel 1.
Hasil Regresi Linear Berganda
Unstandardized
|
Standardized
|
||||||
Variabel
|
Coefficients
|
Coefficients
|
T
|
Sig
|
|||
B
|
Std.
|
Beta
|
|||||
Eror
|
|||||||
constanta
|
17,467
|
1,160
|
15,060
|
0,000
|
|||
Idealisme (X1)
|
-0,165
|
0,025
|
-0,333
|
-6,479
|
0,000
|
||
Relativisme (X2)
|
0,133
|
0,024
|
0,273
|
5,568
|
0,000
|
||
Tingkat
|
-0,305
|
0,037
|
-0,430
|
-8,280
|
0,000
|
||
Pengetahuan(X3)
|
|||||||
Gender (X4)
|
-0,122
|
0,275
|
-0,013
|
-0,444
|
0,658
|
||
Umur (X5)
|
0,354
|
0,273
|
0,039
|
1,297
|
0,197
|
||
Adjusted R Square
|
0,909
|
||||||
Sig. F
|
0,000
|
||||||
Sumber:
data primer diolah, 2014
Nilai adjusted R square
sebesar 0,909. Hal ini menunjukan bahwa 90,9% variasi persepsi mahasiswa
akuntansi dipengaruhi secara bersama-sama oleh variasi idealisme, relativisme,
tingkat pengetahuan, gender dan umur, sedangkan sisanya 9,1% dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Nilai signifikansi uji F atau P
value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukan semua variabel bebas berpengaruh
secara serempak pada variabel terikat, sehingga kelayakan model penelitian
memenuhi syarat untuk selanjutnya dilakukan pembuktian hipotesis.
Pengaruh idealisme pada perilaku tidak etis akuntan dapat dilihat dalam Tabel 1
yang memperlihatkan signifiakansi 0,000 < 0,05 dengan nilai β1
= -0,165. Artinya variabel idealisme secara statistik berpengaruh negatif pada
perilaku tidak etis akuntan. Hal ini membuktikan bahwa teori dan konsep dari
Forsyth’s (1998) sesuai, seseorang dalam tingkat idealisme yang tinggi memiliki
prinsip untuk selalu menghindari perbuatan yang dapat merugikan orang lain.
Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Comunale (2006), Dzakirin (2013), Nurcahyo (2012) dan Forsyth (1992), mahasiswa
akuntansi yang memiliki idealisme tinggi cenderung memberikan persepsi negatif
terhadap skandal Enron dan KAP Anderson serta PT. Kimia Farma.
7. Hasil
Penelitian :
Hasil
penelitian menunjukan bahwa idealisme dan tingkat pengetahuan berpengaruh
negatif pada perilaku tidak etis akuntan, relativisme berpengaruh positif pada perilaku
tidak etis akuntan, sedangkan gender dan umur tidak berpengaruh pada perilaku
tidak etis akuntan. Berdasarkan simpulan dan pembahasan hasil penelitian diatas
maka saran yang dapat diberikan adalah penelitian berikutnya dapat dilakukan di
universitas yang berbeda dan lebih dari satu universitas, penelitian
selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel bebas lainnya, dan penelitian
berikutnya dapat menambah jumlah pada sampel penelitian, tidak hanya mahasiswa
akuntansi namun bisa menggunakan objek lain seperti auditor.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar